Oleh: Muhamad Faisal Amienullah (Anggota Departemen Media dan Publikasi)

Tarim — PPI Yaman menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan ini diadakan untuk membekali kader dengan kemampuan kepemimpinan, literasi digital, serta keterampilan manajerial dan profesionalisme organisasi.

Dalam sesi pertama, Sholahudin Al-Ayyubi (Kang Solah) menekankan bahwa kepemimpinan adalah amanah. Seorang pemimpin harus memiliki kerendahan hati untuk terus belajar, mampu mendidik dan memberdayakan bawahan, serta memberikan kepercayaan penuh dan ruang berpikir tanpa bersikap mendikte. Pemimpin ideal juga harus mampu menyelesaikan persoalan pribadinya agar fokus pada permasalahan organisasi.

Hudaya Hasan selaku pemateri kedua menyoroti pentingnya kebijaksanaan dalam bermedia sosial, khususnya dalam menghadapi isu sensitif agar konten tidak menjadi bumerang bagi pembuatnya. Selain itu, ia menekankan peran desain visual sebagai media penyampai pesan dan penentu kesan pertama, yang dipengaruhi mood dan emosi pembuatnya. Ia juga mengingatkan pentingnya apresiasi yang besar terhadap desainer orisinal di tengah gempuran AI, dengan tetap memperhatikan karakter pasar, aktualitas, dan kebaruan.

Pemateri ketiga, H. Muhammad Faufal Fawaz, Lc., menegaskan bahwa administrasi pra dan pasca kegiatan merupakan kunci sukses suatu agenda. Proposal menjadi pedoman utama agar kegiatan berjalan sesuai tujuan, sementara kerja sama lintas pihak dengan tertib administrasi memastikan agenda terlaksana secara profesional dan bertanggung jawab.

Sementara itu, H. Alfian Jihadi, Lc. menekankan pentingnya inovasi dalam organisasi serta kepemimpinan visioner. Pemimpin harus memiliki arah dan tujuan jelas, mampu melakukan branding program prioritas, bersowan kepada senior, membuka wawasan dari organisasi lain, melakukan analisis lapangan, serta menghindari kesalahan umum seperti merasa paling benar dan enggan bertanya.

Kegiatan LDK ini menegaskan komitmen PPI Yaman dalam mencetak kader pemimpin yang berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, cakap secara intelektual, matang secara emosional, dan profesional dalam mengelola organisasi.