Tarim, Ahad malam, 11 Januari 2026 M / 22 Rajab 1446 H —

Keluarga Besar Departemen Pendidikan dan Keilmuan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman, bekerja sama dengan PPI Hadramaut, Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI) Al-Ahgaff, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman dan Federasi Mahasiswa Indonesia (FMI) Yaman menyelenggarakan seminar ilmiah bertema “Pelajar Muslim dan Peran Mereka dalam Menjaga Persatuan Umat dalam Menghadapi Tantangan Zaman.”

Seminar ini dilaksanakan di Masjid Kuliah Syari’ah Universitas Al-Ahgaff Tarim dengan menghadirkan narasumber utama Prof. KH. Yahya Zainul Ma’arif, atau yang lebih dikenal dengan Buya Yahya, salah satu ulama terkemuka Indonesia yang berdedikasi dalam dakwah Islam.


Seminar ini berfokus pada tantangan serta peran pelajar Muslim dalam menjaga persatuan umat Islam dari perpecahan yang disebabkan oleh perbedaan pendapat (khilafiyah) di kalangan masyarakat. Dalam pemaparannya, Buya Yahya menjelaskan bahwa masalah terbesar umat saat ini adalah sifat ananiyah, yaitu sikap ingin menonjolkan diri, ingin dihargai namun tidak mau menghargai orang lain, serta keinginan untuk selalu menang dalam perbedaan pendapat.

Sifat inilah yang menjadi salah satu sebab utama terjadinya perpecahan.

Oleh karena itu, Buya Yahya menekankan pentingnya menjauhi sifat ananiyah dan membangun landasan mahabbah (cinta) di antara sesama Muslim, serta membekali diri dengan ilmu dan akhlak dalam menyikapi perbedaan pendapat.


Acara berakhir pada pukul 19.30 KSA dengan penyerahan cinderamata kepada Buya Yahya oleh Dekan Fakultas Syari’ah wal Qonun Universitas Al-Ahgaff, Dr. Abdullah Awadh bin Sumaith, serta perwakilan dari PPI Yaman, AMI Al-Ahgaff, PCINU Yaman dan juga FMI Yaman. Seminar ini diharapkan dapat membekali mahasiswa Indonesia di Yaman dengan wawasan yang relevan dalam menjaga dan memperkuat persatuan umat Islam di tengah tantangan zaman.


Oleh: Syahir Hambali (Anggota Departemen Pendidikan dan Keilmuan)