Penulis: Averroes Schuyler Xavier Mohammad Cordovi (Anggota Departemen Diplomasi dan Hubungan Luar Negeri)
Tarim, Hadramaut, Yaman – 26 Juni 2026 – Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman melalui Departemen Diplomasi dan Hubungan Luar Negeri sukses menyelenggarakan program kerja bertajuk "PPI Yaman Menyapa" pada Jumat (26/6) di Kota Tarim, Hadramaut, Yaman.
Program ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus forum komunikasi antara PPI Yaman dengan para pelajar Indonesia dari berbagai lembaga pendidikan, organisasi daerah (Orda), dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang berada di Yaman. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Selain dihadiri oleh perwakilan lembaga di Tarim, forum ini juga diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah, seperti Seiyun dan Mukalla.
Kegiatan yang berlangsung dalam dua sesi ini menghadirkan forum diskusi yang berlangsung secara terbuka dan interaktif. Para peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, masukan, serta berbagai pertanyaan mengenai isu-isu yang berkaitan dengan kehidupan pelajar Indonesia di Yaman. Salah satu topik yang banyak dibahas adalah mekanisme rekomendasi lembaga pendidikan yang dikeluarkan oleh PPI Yaman.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Ustadz Alfian Jihadi menjelaskan bahwa penyusunan daftar rekomendasi dilakukan berdasarkan indikator dan kriteria yang telah ditetapkan oleh organisasi. Ia menegaskan bahwa PPI Yaman sebagai organisasi yang menaungi seluruh pelajar Indonesia di Yaman menjunjung tinggi prinsip persatuan, keterbukaan, dan tidak membedakan latar belakang kelompok maupun pemahaman keagamaan.
Beliau juga menjelaskan bahwa setiap lembaga memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh rekomendasi selama memenuhi delapan kriteria yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, proses rekomendasi tidak didasarkan pada afiliasi kelompok tertentu, melainkan pada pemenuhan standar yang telah disepakati sebagai bentuk tanggung jawab organisasi dalam memberikan informasi kepada calon pelajar Indonesia.
Lebih lanjut, Ustadz Alfian Jihadi menyampaikan bahwa kebijakan rekomendasi tersebut merupakan hasil ijtihad organisasi yang bertujuan memberikan perlindungan kepada para pelajar, khususnya mahasiswa baru. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk meminimalkan berbagai potensi permasalahan, seperti praktik agen perjalanan yang tidak bertanggung jawab, penyebaran informasi yang belum terverifikasi, maupun kendala administratif lainnya yang dapat merugikan pelajar Indonesia di Yaman.
Selain membahas mekanisme rekomendasi, forum ini juga menjadi ruang dialog yang konstruktif untuk mempererat hubungan antara PPI Yaman dan seluruh elemen pelajar Indonesia di Yaman. Berbagai masukan yang disampaikan peserta menjadi bahan evaluasi bagi organisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan komunikasi kepada seluruh mahasiswa Indonesia di Yaman.
Melalui program "PPI Yaman Menyapa", PPI Yaman berharap terjalin komunikasi yang semakin erat, terbuka, dan berkelanjutan dengan seluruh elemen pelajar Indonesia. Dengan semangat kolaborasi, transparansi, dan kebersamaan, diharapkan tercipta komunitas pelajar Indonesia di Yaman yang semakin solid, harmonis, dan mampu saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan di Negeri Yaman.
=========================================
Terus ikuti perkembangan kami via media sosial dibawah ini:
Instagram: https://www.instagram.com/ppiyaman?igsh=MWhtemtzYXN6b2FoOQ==
Facebook: https://m.facebook.com/YamanPPI/?locale=id_ID
Youtube : https://youtube.com/@ppiyaman786?si=YuPsv5Y2amGZ8N6z
Website: https://www.ppiyaman.org/?m=1



0 Komentar