Penulis: Divisi Jurnalistik SKTIMTENGKA26

Muscat-Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika (PPIDK Timtengka) menggelar seminar panel secara hybrid pada hari kedua Simposium Kawasan Timtengka di Muscat, Oman, pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran pelajar Indonesia dalam merespons tantangan ekonomi global, krisis iklim, dan perkembangan teknologi.


Rangkaian acara diisi oleh sejumlah pakar dari Indonesia dan akademisi terkemuka dari Oman melalui empat pembahasan yang berbeda:


Prinsip Ekonomi Moral oleh Akademisi Universitas Shari'a and Science Oman, Dr. Abdullah, menegaskan pentingnya ekonomi syariah berbasis moral dan ketahanan pangan untuk kebermanfaatan sosial.


Gagasan Green Wakaf oleh Pakar filantropi Pak Syamsul Ardiansyah yang mendorong transformasi wakaf ke arah proyek kelestarian lingkungan (penghijauan dan energi terbarukan) melalui tiga tahapan strategis: edukasi nazhir, kolaborasi green sukuk, dan eksekusi berbasis komunitas.





Penguatan Keuangan Syariah oleh Prof. Murniati Mukhlisin, M.Acc. yang memaparkan potensi aset keuangan syariah Timur Tengah dan peran penting ZISWAF dalam ketidakpastian global.


Inovasi Teknologi & AI oleh Rektor ITTS Prof. Ir. Onno Widodo Purbo, Ph.D. menyerukan agar pelajar Islam tidak sekadar menjadi konsumen, melainkan pencipta (creator) teknologi kecerdasan buatan (AI).


Simposium ini diakhiri dengan komitmen bersama para mahasiswa diaspora Indonesia di kawasan Timur Tengah dan Afrika untuk mengintegrasikan nilai spiritual, kepedulian lingkungan, dan kemajuan teknologi demi tercapainya kesejahteraan pendidikan serta ekonomi.