Penulis: Hasby Ash-Shiddieqy (Anggota Divisi Jurnalistik SKTIMTENGKA26)

​“Sebagai bagian dari benua lama yang tersusun dari berbagai budaya serta lingkungan antropologi yang telah bertahan selama milenia, baik Republik Indonesia maupun negara-negara Timur Tengah adalah jangkar utama sekaligus korban dari transformasi tatanan dunia baru yang tengah berlangsung,” ​tandas beliau pada pembukaan seminar.

​Seminar kali ini menyoroti aspek fundamental dalam geopolitik, mulai dari permasalahan sejarah dan internal suatu negara hingga eskalasi menuju konflik regional serta internasional. Acara ini juga menyoroti transformasi ekonomi negara-negara teluk di Timur Tengah sebagai upaya alternatif mereka dalam menjaga stabilitas.
​Kendati demikian, poin utama acara mengerucut pada pembahasan mengenai korelasi geopolitik Timur Tengah terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia, seperti:
-​Pelaksanaan ideologi luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
-​Keterkaitan masalah alternatif energi. 
-​Perdagangan internasional dengan negara-negara teluk.
-​Investasi aset. -​Pariwisata sebagai cadangan devisa negara. 
-​Pendidikan sumber daya manusia dan pengembangan inovasi sebagai bagian kerja sama antarnegara. ​

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab terkait isu geopolitik yang diikuti dengan antusiasme serta sikap kritis positif dari para peserta, kemudian ditutup secara resmi dengan penyerahan cendera mata dan kenang-kenangan.