Sumber Foto: https://cdn0-production-images-https://www.liputan6.com/news/read/6325703/prabowo-ada-yang-mau-kabur-ke-yaman-silakan

Penulis: Robith Furqon Mahbub (Koordinator Departemen Diplomasi dan Hubungan Luar Negeri)

               Ahmad Harif (Koordinator Departemen Pendidikan dan Keilmuan)


Kabur ke Yaman, emang ada apa di sana?”

Seruan Pak Prabowo Subianto yang mengatakan “kabur aja ke Yaman” seolah mengajak kita untuk melihat lebih dalam: apa sebenarnya yang ada di Yaman?

Presiden kita yang menyinggung dalam pidatonya, muncul pernyataan bernada “mungkin ada yang mau kabur ke Yaman.” Pertanyaannya: memang apa yang sedang dikomunikasikan dari narasi ini?

1. Apa karena Yaman negeri yang masih dilanda konflik berkepanjangan?

2. Apa karena Yaman disebut nabi sebagai penduduk yang lembut hatinya?

3. Apa karena Yaman memiliki Internet yang paling lambat didunia?

4. Apa karena gara-gara orang Yaman sebagian besar penduduk Indonesia beragama Islam?

5. Apa karena Yaman dikonotasikan “tidak aman” oleh media barat?

6. Apq karena mata uang Yaman salah satu yang paling tidak stabil di dunia?

7. Apa karena Yaman memusuhi Israel-Us dan berdiri tegak membela Palestina?

8. Atau karen ini hanya murni masalah dendam kesumat yang belum terselesaikan?


Yaman sudah memiliki hubungan diplomasi baik dengan Indonesiap sejak 1946, menyebut negara sahabat dengan konotasi negatif dapat membahayakan hubungan Diplomasi Indonesia. 

Dan juga Yaman bukan sekadar negara biasa, dikenal sebagai salah satu tujuan utama pelajar Indonesia untuk menimba ilmu agama. Bahkan, Yaman termasuk negara dengan jumlah pelajar Indonesia terbanyak kedua di timur tengah,  dengan belajar nuansa salaf melalui metode talaqqi, mengkaji berbagai kitab para ulama secara langsung dari guru ke murid.

Lebih dari itu, Yaman memiliki kedudukan istimewa dalam sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. 

Pertama: Iman ada pada Yaman, Hikmah ada pada Yaman.


Sumber Foto: https://telukpersia.com/profil-negara-yaman/

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu,  beliau mengatakan, “Tatkala diturunkan ayat, ” Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong.” Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «جَاءَ أَهْلُ الْيَمَنِ، هُمْ أَرَقُّ أَفْئِدَةً، الْإِيمَانُ يَمَانٍ، وَالْفِقْهُ يَمَانٍ، وَالْحِكْمَةُ 

يَمَانِيَةٌ».


“Telah datang kepada kalian penduduk Yaman. Mereka adalah orang-orang yang paling lembut hatinya. Iman itu ada pada Yaman, fikih ada pada Yaman, dan hikmah ada pada Yaman.” (HR. muslim)


Fiqih dalam hadis di atas ungkapan terhadap pemahaman permasalahan dalam agama sebagaimana kita lihat zaman sekarang ulama" yaman terkenal kealimanya dalam bidang fiqih khusus fiqih Syafii yang kebetulan mayoritas umat muslim di Indonesia bermadhab Syafii.


Kedua: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menerangkan,  bahwa penduduk Yaman adalah umatnya yang paling pertama merasakan segarnya air telaga beliau.

Dari sahabat Tsauban berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda,


عَنْ ثَوْبَانَ، أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنِّي لَبِعُقْرِ حَوْضِي أَذُودُ النَّاسَ لِأَهْلِ الْيَمَنِ أَضْرِبُ بِعَصَايَ حَتَّى يَرْفَضَّ عَلَيْهِمْ»


“Sesungguhnya aku benar-benar akan berada di dekat telagaku, lalu aku menghalau manusia (darinya) demi penduduk Yaman. Aku memukul dengan tongkatku hingga air telaga itu mengalir untuk mereka.”( HR muslim).


Ini merupakan bentuk kehormatan bagi أهل اليمن (ahlul Yaman), sebagai kaum yang mendapat keutamaan untuk lebih dahulu merasakan telaga Rasulullah shallallahualaihiwasallam. Hal ini tidak lepas dari peran besar mereka dalam menegakkan syariat Islam sejak dahulu hingga kini. Hingga hari ini, penduduk Yaman dikenal tetap menjaga dan menghidupkan sunnah-sunnah Nabi shallallahu’alaihi wasallam yang sering kali mulai dilalaikan oleh sebagian orang.


Semua ini menunjukkan bahwa Yaman bukan hanya tempat, tapi juga simbol ilmu, adab, dan spiritualitas yang hidup sejak dahulu hingga hari ini.

Jadi, ketika ada seruan “kabur ke Yaman”, bisa jadi itu bukan sekadar ajakan biasa melainkan isyarat untuk kembali mencari ilmu, memperbaiki diri, dan mendekat kepada nilai-nilai yang pernah dijaga oleh para ulama di sana.

Kalau menurut teman-teman kira-kira kalau mau kabur enaknya kemana?


=========================================


Terus ikuti perkembangan kami via media sosial dibawah ini:


Instagram: https://www.instagram.com/ppiyaman?igsh=MWhtemtzYXN6b2FoOQ==

Facebook: https://m.facebook.com/YamanPPI/?locale=id_ID

Tiktok : https://www.tiktok.com/@ppi.yaman?lang=id-ID&is_from_webapp=1&sender_device=mobile&sender_web_id=7599554917644912148

Youtube : https://youtube.com/@ppiyaman786?si=YuPsv5Y2amGZ8N6z

Website: https://www.ppiyaman.org/?m=1